Hari dimana kamu mengakhiri semua nya. Ternyata ada hari seperti itu. Ternyata ada!! Dan aku hanya tertawa. Pada siapa? Pada diri sendiri. HAHA sungguh menyedihkan harus berakhir seperti ini. Menggelikan sekali.
Apa alasannya?
Kamu bilang kamu sayang sama aku tapi ngga cinta aku.
Bodoh nya aku tidak menjawab dengan jawaban : halo! Emang kamu fikir aku cinta sama kamu? Ngga! Karena cinta kadaluarsa. Hanya kasih sayang yg meneruskan.
Kamu "bilang kamu d kampus selalu canggung karena ada aku kan."
Jawaban aku : ya. Karena kamu duluan yang cuekin aku. Kamu seperti ngga pernah lihat aku. Kamu ngga pernah peduli sama aku. Apa aku terus yg harus nyamperin kamu? Kamu fikir aku apa? Aku cewek. Cewek yg hanya menunggu dan menunggu agar kamu memulai. Tapi ternyata tidak pernah terjadi. Aku ikut pembawaan kamu. Kamu ngga nganggep aku. Maka aku diam.
Kamu bilang kamu mau berubah karena diri sendiri bukan dorongan dari orang lain.
Helo! Lalu apa kabarnya waktu kita baru jadian kamu bilang kamu suka aku karena aku ngedorong kamu. Jd apa maksud alasan itu?
Dan perasaan kamu berubah sementara perasaan aku semakin hari semakin bertambah. How unfair!!
Ini ngga adil. Ngga adil. Kamu yg memulai. Dan kamu juga yg mengakhiri pada saat perasaan aku semakin besar.
Itu lah namanya lelaki. Ingin d mengerti tapi tak mau mengerti. Penuh dengan ego. Tdak pernah mau kalah.
Apapun itu aku hargain keputusan kamu. Apapun alasannya. Aku akan menunggu. Menunggu kamu di satu tempat gelap. Bersama beberapa lilin. Dan ketika lilin ini akan habis. Aku tunggu kamu datang meraih tangan ku dan menggandeng nya ke cahaya besar.
Ini bukan akhir dari kita. Kita akan di pertemukan lagi oleh Allah ketika segala nya berubah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar